NANNING, Tiongkok, 28 September 2026 /PRNewswire/ — EarthCare Foundation (ECF) turut menggelar subforum "Vision 2030 for a Resilient Future" sebagai rangkaian dari ASEAN-China Environmental Cooperation Forum 2026 yang berlangsung di Nanning, Guangxi, pada 16–17 September.
Acara ini digelar bersama Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup Tiongkok serta Pemerintah Daerah Otonom Guangxi Zhuang dengan dukungan Sekretariat ASEAN dan UNICEF China. Lebih dari 200 perwakilan otoritas lingkungan hidup asal Tiongkok dan negara-negara ASEAN, perwakilan diplomatik, organisasi internasional, lembaga penelitian, serta dunia usaha menghadiri acara ini. Telah digelar 15 kali sejak 2011, ajang regional ini memperkuat kerja sama di bidang lingkungan hidup antara ASEAN dan Tiongkok. Pihak penyelenggara juga meluncurkan "Framework of ASEAN-China Environmental Cooperation Strategy and Action Plan 2026–2030" dalam ajang tahun ini.
Subforum tersebut membahas ketahanan kota dalam menghadapi perubahan iklim, mata pencaharian yang berkelanjutan, serta ketahanan masyarakat pesisir. Menurut Direktur ECF Ho Sau Fong, Hong Kong berperan sebagai penghubung antara pengalaman di lapangan, riset, kebutuhan masyarakat, dan sumber daya filantropi di Tiongkok dan negara-negara ASEAN.
Didirikan di Hong Kong, Tiongkok, pada 2001, ECF telah mendukung lebih dari 100 proyek amal dengan total pendanaan lebih dari HK$300 juta. Kegiatan ECF meliputi pendidikan lingkungan hidup, pangan dan pertanian berkelanjutan, mata pencaharian yang berkelanjutan, serta pelestarian lingkungan hidup di Tiongkok dan Asia.
Ho memaparkan Climate-Friendly Rice Project yang dijalankan ECF sejak 2021 bersama sejumlah mitra di Yunnan, Sichuan, Heilongjiang, Hunan, Jiangxi, dan Guangdong. Melalui pembuatan alur dan guludan, pengelolaan air dan nutrisi secara terpadu, budi daya berbasis mulsa, serta penyesuaian mesin pertanian, peserta program dari kalangan rumah tangga dan koperasi berhasil meningkatkan hasil panen dan pendapatan setidaknya 10%. Program tersebut ikut memperkuat ketahanan peserta program dalam menghadapi kekeringan dan curah hujan tinggi.
Dr. Sudawadee Limpaibul, Programme Coordinator ECF, memaparkan program reboisasi ECF di Thailand, serta proyek berbasis masyarakat di desa-desa pesisir Indonesia. Ia menjelaskan bahwa ECF bekerja bersama mitra dan masyarakat setempat untuk memadukan program pelestarian alam dan mata pencaharian yang berkelanjutan dengan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko iklim dan lingkungan hidup.
Ke depan, ECF akan memperluas pertukaran pengetahuan antarmasyarakat, mempererat kerja sama berbasis komunitas, serta melibatkan pemerintah, lembaga penelitian, organisasi filantropi, sektor swasta, dan mitra masyarakat. ECF menilai bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, namun juga berperan sebagai peserta dan mitra yang menciptakan pendekatan yang sesuai dengan kondisi setempat. Dengan menghubungkan hasil riset, kebutuhan masyarakat lokal, dan sumber daya filantropi, ECF berupaya mendorong aksi yang dipimpin masyarakat serta membangun kemitraan yang praktis dan berkelanjutan guna mewujudkan kawasan yang lebih berkelanjutan dan tangguh menghadapi perubahan iklim.
NARAHUBUNG:
Du Bowen
bwdu@earthcare.foundation
+852 5226 2940







