Cerita dari Tapal Batas: Sebuah Ironi dari Ujung Indonesia

Avatar photo

- Editor

Senin, 27 Februari 2023 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]


Artikel ini akan mengulas salah satu film yang belum banyak dinikmati orang namun membawa pesan yang cukup dalam. Film ini berjudul Cerita dari Tapal Batas. 

Be-emers pernah dengar film berjudul Cerita dari Tapal Batas? Film yang dirilis pada tahun 2012 ini merupakan film dokumenter yang menceritakan kehidupan masyarakat di perbatasan Indonesia dan Malaysia di Pulau Kalimantan.

Film ini banyak membahas soal kesejahteraan masyarakat setempat, perilaku pemerintah terhadap masyarakat setempat, termasuk masalah-masalah sosial yang mereka alami. 

Di dalam film Cerita dari Tapal Batas, ada beberapa poin yang cukup mencolok, yaitu terkait apa saja keluhan masyarakat setempat dan apa yang diinginkan masyarakat dari pemerintah.

Baca Juga: Ulasan Film Atonement: Antara Kenyataan dan Imajinasi!

Di antaranya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, peningkatan mutu infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat, serta perlindungan kepada perempuan dan anak.
 

Potret Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Dalam film tersebut, diceritakan bahwa di daerah perbatasan khususnya antara Indonesia dengan Malaysia (di Pulau Kalimantan), hanya ada satu guru dalam satu sekolah. Untuk itu, masyarakat setempat punya harapan agar pembangunan pendidikan Indonesia bisa meluas hingga perbatasan negara.

Lalu, di pelosok sana juga tidak ada fasilitas kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat. Sehingga masyarakat hanya bisa berharap pada satu mantri yang datang dari kampung ke kampung setiap sebulan sekali.

Ini kisah nyata ya Be-emers. Ini benar-benar terjadi di perbatasan Indonesia sana. Terlebih lagi, infrastruktur setempat masih jauh dari kata cukup dan berakibat murid-guru susah untuk melakukan mobilitas ke sekolah.

Masyarakat yang sakit tidak bisa langsung terobati karena jarak yang jauh dengan fasilitas kesehatan. Lebih dari itu, dalam film ini juga menjelaskan bagaimana buruknya kondisi perekonomian sehingga susah mencari pekerjaan di Indonesia.

Hal ini mengakibatkan rakyat Indonesia yang tinggal di perbatasan memilih untuk bekerja di Malaysia atau menjual hasil taninya ke Malaysia karena lebih mudah diakses dan lebih diterima oleh orang Malaysia.

Baca Juga: Story of Kale: When Someone’s in Love Film

Masyarakat di sana sangat menunggu pemerintah dapat memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia, termasuk penyediaan lapangan pekerjaan dan infrastruktur yang layak sampai ke daerah perbatasan.

Baca Juga:

Rekomendasi Film Bisnis untuk Temani Weekend Kamu!

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Alan Walker Rilis “Hero” Jelang Tampil Di Formula E 2023

Festival Musik MyFest.id Hadir Di Bandung Awal Juli 2023

Last but not least, film ini juga menyampaikan bahwa di Kota Singkawang masih banyak terdapat perdagangan wanita. Wanita diperjualbelikan kepada orang luar negeri, seperti Cina atau Malaysia.

Hal ini menimbulkan keresahan masyarakat yang meminta adanya perlindungan hukum dan sosial bagi perempuan dan anak sampai ke pelosok negeri.

Hayoo, sebagai generasi penerus pasti langsung kebakar enggak sih semangatnya untuk memperbaiki bangsa kita ini! Kalau belum, buruan nonton film ini ya!

Punya opini atau tulisan untuk dibagikan juga? Segera tulis opini dan pengalaman terkait investasi, wirausaha, keuangan, lifestyle, atau apapun yang mau kamu bagikan. Submit tulisan dengan klik “Mulai Menulis”.
 
Submit artikelnya, kumpulkan poinnya, dan dapatkan hadiahnya!
 
Gabung juga yuk di komunitas Telegram kami! Klik di sini untuk bergabung.



[ad_2]

BACA Selengkapnya KLIK DISNI

Berita Terkait

Euforia Moon Fest 2.0: Pecinta Musik Tangerang Nikmati Sensasi Konser Tanpa Batas!
Harga Tiket dan Final Lineup Muda Mudi Fest 1.0: Tiket Terbatas, Buruan Dapatkan!
Tuduhan Penipuan dan Penggelapan, Komedian Yadi Sembako Dilaporkan ke Polres Tangsel
12 Orang Pemeran Film Dewasa Jalani Pemeriksaan Tim Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya
Kasus Produksi Film Dewasa, Besok 16 Orang Pemeran Pria dan Wanita akan Jalani Pemeriksaan Polisi
Kenapa Banyak Artis Korea Enggak Punya Media Sosial?
Rekomendasi Film Bisnis untuk Temani Weekend Kamu!
Alan Walker Rilis “Hero” Jelang Tampil Di Formula E 2023
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 10 Mei 2024 - 23:50 WIB

Gelar Adat “Pangeran Rimbun Alam Cipta Negeri” untuk Wamenaker RI

Selasa, 26 Maret 2024 - 15:16 WIB

Jasasiaranpers.com dan Sapu Langit Media Center Ucapkan Selamat kepada Pasangan Prabowo – Gibran

Senin, 18 Maret 2024 - 15:48 WIB

Sebanyak 6 Tanggul Sungai Wulan Jebol, Akibatkan 11 Kecamatan di Kabupaten Demak Terendam Banjir

Senin, 18 Maret 2024 - 11:08 WIB

BNPB Sebut Dipengaruhi oleh Fenomena Land Subsidence, Banjir di Kota Semarang Surutnya Lebih Lama

Sabtu, 16 Maret 2024 - 16:04 WIB

Penyelidikan Kasus Korupsi Komoditas Timah Terus Berlanjut, Kejagung Periksa 5 Orang Saksi

Sabtu, 16 Maret 2024 - 14:46 WIB

Listyo Sigit Prabowo Berì Tanggapan Soal Pernyataa TPN Ganjar-Mahfud Soal Kapolda Jadi Saksi di MK

Jumat, 15 Maret 2024 - 09:14 WIB

Bahas Upaya Kolaborasi di Bidang Pertahanan, Prabowo Subianto Terima Kunjungan Dubes AS untuk ASEAN

Rabu, 13 Maret 2024 - 14:28 WIB

Caleg DPR RI SDP Menjadi Tersangka, Videonya Sempat Viral Saat Bagi-bagi Uang di Pantai Losari Makassar

Berita Terbaru