Memuja Idola Sampai Sebegitunya – kbr.id

Avatar photo

- Editor

Rabu, 12 April 2023 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

HalloKampus.com, Jakarta- Menonton, menikmati karya seorang idol memang menyenangkan. Konten-konten K-Pop juga mampu mengisi kejenuhan atau kekosongan waktu yang ada.

Tapi bagaimana jadinya, kalau kekaguman terhadap sang idol berubah jadi obsesi? Belakangan, member boyband asal Korea Selatan Jungkook BTS mengungkapkan keresahannya atas aksi penggemar yang selalu mengikutinya.

Pada siaran Live Weverse, Jungkook meminta penggermarnya menghentikan kebiasaan menguntit dirinya hingga ke tempat gym. Menurutnya, ada batasan kehidupan antara artis dan penggemar yang harus dihormati.

Tak hanya idol sekelas BTS, anggota boyband Korea Selatan generasi ke empat, yaitu Heechan NCT pun tak luput jadi sasaran sasaeng atau penggemar obsesif yang kerap menguntit hingga melanggar privasi. SM Entertainment selaku agensi NCT mengatakan, sasaeng menyelinap masuk ke rumah sang idol dan menganggu keluarga serta kerabat dari Heechan.

Meski tidak diproses hukum, lantaran Heechan memilih memaafkan sang penggemar. Namun agensi mengecam aksi penggemar yang sudah melewati batas tersebut.

Kenapa Mencintai Idol Bisa Jadi Obsesi?

Psikolog klinis dewasa sekaligus Co-founder dari komunitas @wefanpsyou, Anisa Mega Radyani, M.Psi mengungkapkan, perilaku obsesif penggemar idol, bisa jadi celebrity worship syndrome. Dimana seorang fans memiliki perasaan keterikatan yang ekstrem pada seorang selebriti atau idol.

“Kalo didefinisi kitabnya psikologi, itu belum jadi gangguan sebenarnya. Tapi memang sudah jadi masalah atau isu yang ada di dunia psikologi. Celebrity worship syndrome itu sebenarnya, sebuah hubungan parasosial. Intinya hubungan parasosial yang tidak normal. Di mana, seseorang itu bisa sangat terlibat dan tertarik. Bahkan terobsesi sama detail pribadi seorang tokoh. Bahkan gak cuma 3D aja ya, tapi 2D aja sebenarnya bisa. Banyak idol-idol yang 2D, tapi di idolakan,” ungkap Anisa.

Baca juga:

– Rasa Hampa Mendera Usai Serial Kesayangan Tamat?

– Sadfishing demi Komen Netizen

– Konser hingga Pertandingan Bola Kerap Over Capacity, Gimana Pengelolaan Manusianya?

Anisa Mega mengatakan, fenomena celebrity worship syndrome biasanya dialami oleh remaja. Sebab di usia ini, seseorang cenderung baru mengenal cinta.

“Makanya kenapa di usia remaja juga, karena celebrity worship syndrome ini terkait dengan istilah hubungan parasosial atau hubungan satu arah dengan sosok yang sebenarnya kita tidak kenal. Tapi, dia itu bisa celebrity, bisa itu tokoh 2D, pokoknya sosok, sosok yang tidak kenal secara langsung. Tapi kita bisa menaruh emosi yang cukup besar di dia gitu,” tuturnya.

Meski begitu Anisa menyebut, celebrity worship syndrome adalah hal yang wajar. Menurutnya tak semua celebrity worship syndrome itu bermasalah.

“Awalnya seseorang ini, pengen hubungan parasosial itu. Dan sebenarnya itu normal banget, mungkin kita perlu bilang celebrity worship itu adalah sebuah rentang. Jadi gak bisa tuh dibilang, semua yang punya celebrity worship syndrome itu artinya dia bermasalah, gak juga gitu,”

Lanjut Anisa, “Jadi bisa jadi. dia itu ketika kita lihat dia ngefans. Bisa jadi itu lebih ke arah, oh dia punya hubungan parasosial nih. Oh dia ngefans banget gitu. Tapi kalau udah sampai sindrom tadi, dan mungkin celebrity worship syndrome udah sampai tingkat yang berat. Nah itulah baru udah jadi masalah, yang mungkin perlu dibantu sama profesional,” pungkas Anisa.

Lebih lengkap soal celebrity worship syndrome. Yuk simak podcast Diskusi Psikologi (Disko) di link berikut ini:

[ad_2]

Berita Terkait

FOMO dan Bahaya Narkoba: Materi Penyuluhan dari YR KOBRA JATIM
Muda-Mudi Fest Bekasi 2023: Festival Musik yang Wajib Kamu Saksikan!
Elit Politik PDI Perjuangan akan Berkunjung ke Kantor DPP PAN Sebagai Tindak Lanjut Pertemuan Politik Antar Partai
Tingkatkan Atmosfer Akademik, ITB Laksanakan Program TPB di Kampus Jatinangor | Hallo Kampus
Universitas Jember Jajagi Kerjasama Dengan PT. Syngenta Indonesia – Universitas Jember | Hallo Kampus
Cita-Cita Naik Haji? Nabung sejak Dini!
17.216 Peserta Akan Mengikuti UTBK di ITB | Hallo Kampus
FOMO Sapiens : Dari Met Gala Hingga Perkara Kebebasan Pers
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 10 Mei 2024 - 23:50 WIB

Gelar Adat “Pangeran Rimbun Alam Cipta Negeri” untuk Wamenaker RI

Selasa, 26 Maret 2024 - 15:16 WIB

Jasasiaranpers.com dan Sapu Langit Media Center Ucapkan Selamat kepada Pasangan Prabowo – Gibran

Senin, 18 Maret 2024 - 15:48 WIB

Sebanyak 6 Tanggul Sungai Wulan Jebol, Akibatkan 11 Kecamatan di Kabupaten Demak Terendam Banjir

Senin, 18 Maret 2024 - 11:08 WIB

BNPB Sebut Dipengaruhi oleh Fenomena Land Subsidence, Banjir di Kota Semarang Surutnya Lebih Lama

Sabtu, 16 Maret 2024 - 16:04 WIB

Penyelidikan Kasus Korupsi Komoditas Timah Terus Berlanjut, Kejagung Periksa 5 Orang Saksi

Sabtu, 16 Maret 2024 - 14:46 WIB

Listyo Sigit Prabowo Berì Tanggapan Soal Pernyataa TPN Ganjar-Mahfud Soal Kapolda Jadi Saksi di MK

Jumat, 15 Maret 2024 - 09:14 WIB

Bahas Upaya Kolaborasi di Bidang Pertahanan, Prabowo Subianto Terima Kunjungan Dubes AS untuk ASEAN

Rabu, 13 Maret 2024 - 14:28 WIB

Caleg DPR RI SDP Menjadi Tersangka, Videonya Sempat Viral Saat Bagi-bagi Uang di Pantai Losari Makassar

Berita Terbaru