Menko Airlangga: Lahan Pertanian Indonesia Terbatas Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Avatar photo

- Editor

Rabu, 5 April 2023 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]


Ilustrasi: Presiden Jokowi saat kunjungan ke lokasi panen raya di Pagelaran, Malang, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021). (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

HalloKampus.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyebut, lahan pertanian Indonesia terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dia mendorong modernisasi di sektor pertanian.

“Untuk pertanian sawah misalnya 10 juta hektare, itu sekarang kita perhitungnya hanya 5 ton per hektare. Tentu dengan adanya modernisasi smart farming, kita berharap capaiannya lebih dari 5 ton per hektare secara rata-rata. Sehingga tentunya kita bisa produksi pertanian, terutama beras, lebih dari 31 juta ton,” kata Airlangga dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Jawa 2023, Rabu (05/04/23).

Di sisi lain, Airlangga mengatakan Indonesia perlu mewaspadai ancaman krisis iklim terhadap produktivitas pangan. Utamanya pada hasil panen padi per hektare sawah yang masih rendah.

“Nah saat sekarang tentu ini terganggu oleh climate change. Hujan berkepanjangan. Dan tahun depan kita harus berhati-hati. Karena tahun depan kekeringan akan lebih panjang atau el nino,” kata dia.

“Jadi tentu ini jadi tantangan khusus bagi pangan. Karena inflasi volatile food itu sangat menentukan kita ke depan. Oleh karena itu kerja sama antardaerah, termasuk wilayah Jawa dan Jawa Barat menjadi penting,” sambungnya.

Baca juga:

Airlangga meminta ada penguatan kerjasama antardaerah. Salah satunya intervensi dalam distribusi pangan, dengan memberikan kemudahan dalam transportasinya.

“Kita minta agar daerah juga mengatur transportasi dan mensubsidi transportasi dari daerah penghasil ke daerah konsumen. Jadi tidak semuanya harus menunggu dari pusat. Tetapi juga kerja sama antardaerah itu menjadi penting,” tegasnya.

Editor: Wahyu S.

[ad_2]

Berita Terkait

FOMO dan Bahaya Narkoba: Materi Penyuluhan dari YR KOBRA JATIM
Muda-Mudi Fest Bekasi 2023: Festival Musik yang Wajib Kamu Saksikan!
Elit Politik PDI Perjuangan akan Berkunjung ke Kantor DPP PAN Sebagai Tindak Lanjut Pertemuan Politik Antar Partai
Tingkatkan Atmosfer Akademik, ITB Laksanakan Program TPB di Kampus Jatinangor | Hallo Kampus
Universitas Jember Jajagi Kerjasama Dengan PT. Syngenta Indonesia – Universitas Jember | Hallo Kampus
Cita-Cita Naik Haji? Nabung sejak Dini!
17.216 Peserta Akan Mengikuti UTBK di ITB | Hallo Kampus
FOMO Sapiens : Dari Met Gala Hingga Perkara Kebebasan Pers
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 30 Oktober 2023 - 10:53 WIB

Pemuda Indonesia Berburu Sejarah Lewat Konten Video di ‘Historical Hunt of Indonesia

Jumat, 22 September 2023 - 18:01 WIB

Merajut Kesatuan: Nahdlatul Aulia Gelar Istighotsah untuk Keselamatan NKRI

Senin, 31 Juli 2023 - 11:12 WIB

Babak Belur Dihakimi Massa, 2 Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor yang Bawa Senjata Api Rakitan

Berita Terbaru