Para Pemimpin Perusahaan Teknologi Tuntut ‘Penghentian Sementara’ Pengembangan AI

Avatar photo

- Editor

Jumat, 31 Maret 2023 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Sebuah surat terbuka yang ditandatangani Elon Musk, pendiri Apple Steve Wozniak, beberapa pakar dunia teknologi terkemuka dan pemimpin perusahaan teknologi lainnya meminta industri kecerdasan buatan (AI) menghentikan sementara pengembangan protokol keamanan teknologi tersebut selama enam bulan.

Surat yang per Kamis (30/3) pagi telah ditandatangani oleh hampir 1.400 orang itu disusun oleh Future of Life Institute, kelompok nirlaba yang fokus “menjauhkan transformasi teknologi dari risiko ekstrem berskala besar, menuju pemberian manfaat ke dalam kehidupan.”

Dalam surat tersebut, kelompok itu menyoroti kemampuan teknologi AI yang berkembang pesat dan betapa teknologi itu telah melampaui kinerja manusia di banyak bidang. Kelompok itu mencontohkan bagaimana AI yang digunakan untuk menciptakan obat-obatan baru dapat dengan mudah juga digunakan untuk menciptakan patogen-patogen mematikan.

Mungkin yang terpenting, surat itu merujuk pada pengenalan teknologi GPT-4, sebuah program yang dikembangkan oleh OpenAI, perusahaan yang bermarkas di San Francisco, sebagai standar yang perlu diperhatikan.

GPT adalah singkatan dari Generative Pre-trained Transformer, sejenis model bahasa yang menggunakan mekanisme pembelajaran mendalam (deep learning) untuk menghasilkan teks percakapan layaknya interaksi dengan manusia.

Perusahaan itu mengatakan, GPT-4 – yang merupakan versi terbarunya – lebih akurat dan lebih mirip manusia, dan memiliki kemampuan untuk menganilisis dan menanggapi foto atau gambar. Perusahaan itu mengatakan, program itu telah lulus mengikuti simulasi bar exam, ujian yang menentukan apakah seseorang dapat menjadi pengacara berlisensi.

Dalam surat tersebut, kelompok itu mengatakan bahwa sistem AI yang sekuat itu seharusnya hanya dikembangkan “ketika kita yakin dampaknya akan positif dan risikonya bisa dikelola.”

Dengan menyebut potensi program semacam GPT-4 menghasilkan disinfomasi dan propaganda, surat itu menuntut “seluruh laboratorium AI untuk segera menghentikan sementara pelatihan sistem AI yang lebih kuat dari GPT-4 selama sedikitnya enam bulan ke depan.”

Surat itu menyebut laboratorium dan pakar AI independen harus menggunakan masa sela itu “untuk bersama-sama mengembangkan dan menerapkan seperangkat protokol keamanan bersama bagi desain dan pengembangan AI yang canggih, yang akan memastikan mereka aman tanpa keraguan.”

Sementara itu, kelompok lain yang sama-sama khawatir akan kemungkinan dampak negatif GPT-4 telah mengambil langkah yang lebih jauh.

Lembaga nirlaba Center for AI and Digital Policy mengajukan keluhan kepada Komisi Perdagangan Federal AS hari Kamis (30/3), menuntut badan tersebut untuk menangguhkan penerapan sistem AI lebih lanjut dan membuka penyelidikan.

Dalam keluhannya, kelompok itu mengatakan bahwa deskripsi teknis GPT4 dari perusahaan pembuatnya itu memaparkan hampir selusin risiko besar penggunaannya, termasuk “operasi disinformasi dan pengaruh, proliferasi senjata konvensional dan nonkonvensional,” serta “keamanan siber.” [rd/jm]

[ad_2]

Berita Terkait

FOMO dan Bahaya Narkoba: Materi Penyuluhan dari YR KOBRA JATIM
Muda-Mudi Fest Bekasi 2023: Festival Musik yang Wajib Kamu Saksikan!
Elit Politik PDI Perjuangan akan Berkunjung ke Kantor DPP PAN Sebagai Tindak Lanjut Pertemuan Politik Antar Partai
Tingkatkan Atmosfer Akademik, ITB Laksanakan Program TPB di Kampus Jatinangor | Hallo Kampus
Universitas Jember Jajagi Kerjasama Dengan PT. Syngenta Indonesia – Universitas Jember | Hallo Kampus
Cita-Cita Naik Haji? Nabung sejak Dini!
17.216 Peserta Akan Mengikuti UTBK di ITB | Hallo Kampus
FOMO Sapiens : Dari Met Gala Hingga Perkara Kebebasan Pers
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 10 Mei 2024 - 23:50 WIB

Gelar Adat “Pangeran Rimbun Alam Cipta Negeri” untuk Wamenaker RI

Selasa, 26 Maret 2024 - 15:16 WIB

Jasasiaranpers.com dan Sapu Langit Media Center Ucapkan Selamat kepada Pasangan Prabowo – Gibran

Senin, 18 Maret 2024 - 15:48 WIB

Sebanyak 6 Tanggul Sungai Wulan Jebol, Akibatkan 11 Kecamatan di Kabupaten Demak Terendam Banjir

Senin, 18 Maret 2024 - 11:08 WIB

BNPB Sebut Dipengaruhi oleh Fenomena Land Subsidence, Banjir di Kota Semarang Surutnya Lebih Lama

Sabtu, 16 Maret 2024 - 16:04 WIB

Penyelidikan Kasus Korupsi Komoditas Timah Terus Berlanjut, Kejagung Periksa 5 Orang Saksi

Sabtu, 16 Maret 2024 - 14:46 WIB

Listyo Sigit Prabowo Berì Tanggapan Soal Pernyataa TPN Ganjar-Mahfud Soal Kapolda Jadi Saksi di MK

Jumat, 15 Maret 2024 - 09:14 WIB

Bahas Upaya Kolaborasi di Bidang Pertahanan, Prabowo Subianto Terima Kunjungan Dubes AS untuk ASEAN

Rabu, 13 Maret 2024 - 14:28 WIB

Caleg DPR RI SDP Menjadi Tersangka, Videonya Sempat Viral Saat Bagi-bagi Uang di Pantai Losari Makassar

Berita Terbaru