Tak Masuk Akal, Impor Beras Saat Panen Raya

Avatar photo

- Editor

Rabu, 29 Maret 2023 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]


Pekerja mengangkut beras impor Vietnam di Gudang Bulog Argapura, Jayapura, Papua (24/3/2023). (Foto: ANTARA/Sakti Karuru)

HalloKampus.com, Jakarta – Anggota DPR soroti rencana impor beras sebanyak dua juta ton yang diinstruksikan Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Bulog, guna memenuhi kebutuhan cadangan beras pemerintah (CBP) dan program bantuan sosial (Bansos).

Anggota Bidang Pertanian DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Slamet mengatakan, kebijakan impor beras di tengah panen raya sungguh tidak masuk akal.

Dia pun menyebut pemerintah dalam hal ini Bulog juga tak maksimal dalam menyerap beras petani secara 100 persen.

Hal tersebut dinilai membuat pemerintah gagal mengendalikan harga beras yang kini masih tak stabil.

“Ya jadi dia enggak bekerja maksimal saja. Harusnya dia kalau mau mengondisikan harga stabil dan tidak kalah dengan swasta harus menyerap 100 persen. Jadi dia tidak menjalankan perintah presiden bahwa lakukan penyerapan gabah petani secara optimal. Setelah itu kalau sudah dilakukan, baru impor. Potensi panennya sudah 11 juta ton, baru diserap 50 ribu ton sekarang sudah mau impor dua juta ton, ini logikanya dari mana?” kata Slamet saat dihubungi HalloKampus.com, Rabu (29/3/2023).

Dia pun melihat tak ada hal darurat yang memaksa pemerintah mengimpor beras.

“Entah apa yang membuat darurat orang dari data Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik cukup kok (stok berasnya),” ucap Slamet.

Baca juga:

Kinerja Bulog, CBP, dan Impor Beras

Beda Data Beras Bikin Masalah

Sebelumnya, Bapanas menginstruksikan Bulog untuk mengimpor beras dua juta ton dengan alasan untuk cadangan beras pemerintah dan program bantuan sosial. Sebanyak 500 ribu ton pertama diminta untuk direalisasikan secepatnya.

Di sisi lain, Bulog mengklaim kini baru bisa menyerap 55 ribu ton beras petani. Padahal target pengelolaan cadangan beras Bulog di tahun 2023 sebanyak 2,4 juta ton.

Editor: Fadli

[ad_2]

Berita Terkait

FOMO dan Bahaya Narkoba: Materi Penyuluhan dari YR KOBRA JATIM
Muda-Mudi Fest Bekasi 2023: Festival Musik yang Wajib Kamu Saksikan!
Elit Politik PDI Perjuangan akan Berkunjung ke Kantor DPP PAN Sebagai Tindak Lanjut Pertemuan Politik Antar Partai
Tingkatkan Atmosfer Akademik, ITB Laksanakan Program TPB di Kampus Jatinangor | Hallo Kampus
Universitas Jember Jajagi Kerjasama Dengan PT. Syngenta Indonesia – Universitas Jember | Hallo Kampus
Cita-Cita Naik Haji? Nabung sejak Dini!
17.216 Peserta Akan Mengikuti UTBK di ITB | Hallo Kampus
FOMO Sapiens : Dari Met Gala Hingga Perkara Kebebasan Pers
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 30 Oktober 2023 - 10:53 WIB

Pemuda Indonesia Berburu Sejarah Lewat Konten Video di ‘Historical Hunt of Indonesia

Jumat, 22 September 2023 - 18:01 WIB

Merajut Kesatuan: Nahdlatul Aulia Gelar Istighotsah untuk Keselamatan NKRI

Senin, 31 Juli 2023 - 11:12 WIB

Babak Belur Dihakimi Massa, 2 Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor yang Bawa Senjata Api Rakitan

Berita Terbaru