Tumbuhan Keluarkan Suara Saat Stres

Avatar photo

- Editor

Selasa, 4 April 2023 - 03:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Para peneliti di Tel Aviv University, Israel, mengatakan mereka memiliki bukti bahwa tumbuhan mengeluarkan suara bising sewaktu sedang stres. Misalnya, ketika tumbuhan itu sedang dipangkas atau kekurangan air.

Hasil penelitian ini diterbitkan akhir bulan lalu dalam jurnal Cell Press. Para peneliti mengatakan frekuensi suara itu terlalu tinggi bagi telinga kita sehingga kita tidak dapat mendengarnya. Akan tetapi, serangga atau mamalia mungkin bisa mendengarnya.

Para peneliti menggunakan mikrofon untuk merekam suara tomat, tembakau dan tanaman lainnya dalam kondisi sehat dan stres.

Penulis utama penelitian itu, pakar biologi evolusi di Tel Aviv University Lilach Hadany mengatakan,“Kami merekam suara yang dipancarkan tumbuhan. Kami banyak menggunakan tomat dan tembakau, kami juga merekam gandum, jagung, anggur, kaktus.”

Sampel gandum yang dipenuhi dengan lesi coklat pada batangnya, di lab Universitas Minnesota, St. Paul, Minn., Jumat, 23 Mei 2008. (AP/Jim Mone)

Ia menjelaskan, para peneliti menggunakan berbagai metode untuk membuat tumbuhan stres. Kebanyakan dengan dua jenis stres, yakni membuat tanaman kering dan memotongnya dengan gunting. Dalam kedua kasus itu, kata Hadany, tumbuhan mengeluarkan suara. Selama dehidrasi, kalau peneliti berhenti menyiram, tumbuhan mulai mengeluarkan suara yang mencapai puncaknya pada hari kedua.

Rekaman dilakukan di sebuah kamar akustik yang kedap suara dan di dalam rumah kaca. Setelah merekam, para peneliti membuat algoritma komputer untuk membedakan antara tanaman yang tidak stres, yang kehausan dan yang dipangkas.

Salah seorang peneliti, Yehuda Anikster dari Fakultas Ilmu Tumbuhan di universitas yang sama menjelaskan tentang jalannya percobaan. Ia mengatakan, “Kami merekam suara yang dipancarkan tanaman tomat. Ini adalah suara ultrasonik, jadi manusia tidak dapat mendengarnya. Untuk memperlihatkan seperti apa suara itu, kami merekam banyak suara. Mengumpulkannya dalam kerangka waktu yang singkat dan kami mengubah frekuensinya sehingga telinga manusia dapat mendengarnya.”

Menurut Hadany, getaran ultrasonik dari tumbuhan pernah direkam sebelumnya, tetapi tidak demikian pada suara yang ditransmisikan melalui udara.

Para ilmuwan percaya riset lebih jauh dapat mengungkapkan lebih banyak mengenai cara tumbuhan berinteraksi dengan lingkungannya. Hadany mengatakan, hanya karena kita tidak dapat mendengarnya, bukan berarti makhluk hidup lainnya juga demikian. Serangga seperti ngengat, juga mamalia seperti tikus dan kelelawar mampu mendengarnya.

Belum jelas mengapa tumbuhan mengeluarkan suara, lanjut Hadany. Ia menambahkan bahwa ada dua opsi untuk itu. Pertama, sebagai cara berkomunikasi, dan opsi kedua adalah sebagai produk sela dari proses fisiologi. Ini berarti ada suara-suara beredar di udara yang mengandung informasi, sehingga organisme yang mungkin menganggap suara itu relevan, mungkin dapat berkembang untuk menanggapinya, kata Hadany lebih jauh.

Yang juga belum jelas adalah apakah tumbuhan ingin menarik hewan penyerbuk atau mengalihkan perhatian predator, dan inilah yang sedang diteliti, jelas Hadany. [uh/ab]

[ad_2]

Berita Terkait

FOMO dan Bahaya Narkoba: Materi Penyuluhan dari YR KOBRA JATIM
Muda-Mudi Fest Bekasi 2023: Festival Musik yang Wajib Kamu Saksikan!
Elit Politik PDI Perjuangan akan Berkunjung ke Kantor DPP PAN Sebagai Tindak Lanjut Pertemuan Politik Antar Partai
Tingkatkan Atmosfer Akademik, ITB Laksanakan Program TPB di Kampus Jatinangor | Hallo Kampus
Universitas Jember Jajagi Kerjasama Dengan PT. Syngenta Indonesia – Universitas Jember | Hallo Kampus
Cita-Cita Naik Haji? Nabung sejak Dini!
17.216 Peserta Akan Mengikuti UTBK di ITB | Hallo Kampus
FOMO Sapiens : Dari Met Gala Hingga Perkara Kebebasan Pers
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 15:52 WIB

Muhadjir Effendy Tanggapi Program Makan Siang Gratis Prabowo – Gibran Dibahas di Sidang Kabinet

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:29 WIB

Presiden Jokowi Anugerahkan Jenderal Bintang 4 kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

Rabu, 28 Februari 2024 - 10:06 WIB

Penyitaan Terkait Pernyataan Aparat Tak Netral, Aiman Witjaksono Masih Berurusan dengan Polisi

Selasa, 27 Februari 2024 - 11:31 WIB

Polisi Segera Panggil Saksi Ahli Gestur Tubuh, Usut Kematian Anak Tamara Tyasmara – Agger Dimas

Selasa, 30 Januari 2024 - 11:23 WIB

22 negara Hentikan Kebijakan Ekspor Beras, Jokowi: Lebih Prioritaskan Kebutuhan di Dalam Negerinya

Senin, 29 Januari 2024 - 15:56 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Gedung Graha Utama Akademi Militer Magelang Didampingi Menhan Prabowo

Kamis, 25 Januari 2024 - 16:53 WIB

Sungai Ulu Wolo Meluap dan Tanggul Jebol Akibatkan Banjir di Kabupaten Kolaka, 1.263 Rumah Terendam

Rabu, 24 Januari 2024 - 15:08 WIB

BNSP Membuka Peluang Diaspora Indonesia untuk Memiliki Sertifikasi Kompetensi Profesi

Berita Terbaru