UIN Jakarta Kembali Tambah Guru Besar | Hallo Kampus

Avatar photo

- Editor

Senin, 10 April 2023 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

[ad_1]

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— UIN Jakarta kembali menambah jumlah guru besarnya setelah Menteri Agama RI  (Menag) Gus Yaqut Cholil Qoumas menetapkan pengangkatan dua dosen UIN Jakarta, Dr. Abdul Halim M.Ag dan Dr. Muhammad Maksum MA, menjadi guru besar. Masing-masing menjadi Guru Besar Ilmu Hukum Islam dan Guru Besar Ilmu Hukum Ekonomi Syariah.

Menag menetapkan pengangkatan guru besar untuk Dr. Abdul Halim melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 005296/B.II/3/2023 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen tanggal 1 Maret 2023. Untuk Dr. Maksum, Menag menetapkakannya melalui Keputusan Menteri Agama RI Nomor 005302/B.II/3/2023 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen tanggal 1 Maret 2023.

Salinan SK Nomor 005296 menyebutkan, Menag memutuskan Dr. Abdul Halim menjadi Guru Besar bidang Ilmu Hukum Islam. “Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2023 dinaikan jabatannya menjadi Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum Islam dengan angka kredit sebesar 959,84 kum,” sebutnya.

Kenaikan pangkat guru besar Dr. Abdul Halim, sebutnya, didasarkan Penetapan Angka Kredit Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nomor 1036 Tahun 2023 tanggal 20 Februari 2023. Dengan demikian, ia naik dari jabatan akademik sebelumnya Lektor Kepala 550 kum.

Salinan SK Nomor 005302 menyebutkan, Menag menetapkan Dr. Muhammad Maksum diangkat menjadi Guru Besar bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah. “Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2023 dinaikan jabatannya menjadi Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah dengan angka kredit sebesar 872 kum,” sebutnya.

Kenaikan pangkat guru besar Dr. Muhammad Maksum, lanjutnya didasarkan Penetapan Angka Kredit Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nomor 1040 Tahun 2023 tanggal 20 Februari 2023. Dengan demikian, ia naik dari jabatan akademik sebelumnya Lektor Kepala 711 kum.

Diketahui, Dr Abdul Halim maupun Dr Muhammad Maksum merupakan pengajar di Fakultas Syariah dan Hukum. Nama yang pertama, mengajar di Prodi Hukum Keluarga atau Ahwal Syakshiyyah dengan konsentrasi bidang ilmu Peradilan Agama dan turut mengajar di Magister Pengkajian Islam Sekolah Pascasarjana.

Sebagai pengajar bidang hukum Islam, Abdul Halim turut mengampu sejumlah mata kuliah bidang ilmu ini. Diantaranya Metodologi Penelitian Hukum, Hukum Acara Peradilan Agama, Praktikum Media, Peradilan Agama di Indonesia, Filsafat Hukum Islam, dan Islamic Personal and Public Law.

Seperti halnya Dr. Abdul Halim, Dr Maksum merupakan pengajar di Fakultas Syariah. Namun, ia mengajar di Prodi Magister Hukum Ekonomi Syariah untuk bidang ilmu syariah dan turut mengajar di Magister Pengkajian Islam Sekolah Pascasarjana.

Sesuai bidang ilmu yang jadi konsentrasinya, Dr. Maksum mengajar sejumlah mata kuliah bidang hukum ekonomi syariah. Diantaranya Politik Hukum Ekonomi di Indonesia, Hukum Ekonomi Syariah Internasional, Hukum Perikatan, Hukum Lembaga Keuangan Syariah Non Bank, Hukum Perbankan Syariah, Hukum Ekonomi Syariah Internasional, Islamic Economics in the Muslim World: A Comparative Study, dan Comparative Studies on Islamic Economics in The Muslim World. (mf/zm)

Views: 716

[ad_2]

Berita Terkait

FOMO dan Bahaya Narkoba: Materi Penyuluhan dari YR KOBRA JATIM
Muda-Mudi Fest Bekasi 2023: Festival Musik yang Wajib Kamu Saksikan!
Elit Politik PDI Perjuangan akan Berkunjung ke Kantor DPP PAN Sebagai Tindak Lanjut Pertemuan Politik Antar Partai
Tingkatkan Atmosfer Akademik, ITB Laksanakan Program TPB di Kampus Jatinangor | Hallo Kampus
Universitas Jember Jajagi Kerjasama Dengan PT. Syngenta Indonesia – Universitas Jember | Hallo Kampus
Cita-Cita Naik Haji? Nabung sejak Dini!
17.216 Peserta Akan Mengikuti UTBK di ITB | Hallo Kampus
FOMO Sapiens : Dari Met Gala Hingga Perkara Kebebasan Pers
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 30 Oktober 2023 - 10:53 WIB

Pemuda Indonesia Berburu Sejarah Lewat Konten Video di ‘Historical Hunt of Indonesia

Jumat, 22 September 2023 - 18:01 WIB

Merajut Kesatuan: Nahdlatul Aulia Gelar Istighotsah untuk Keselamatan NKRI

Senin, 31 Juli 2023 - 11:12 WIB

Babak Belur Dihakimi Massa, 2 Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor yang Bawa Senjata Api Rakitan

Berita Terbaru